OBAT PADA PEREMPUAN
HAMIL DAN JANINNYA
Pemberian
obat pada ibu hamil harus dipikirkan efek obat terhadap ibu dan tidak boleh
melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin. Keberadaan obat pada Ibu
hamil dapat ditinjau dari 3 kompatamen
yaitu kompartemen ibu, kompartenen plasenta dan kompartemen fetal.
Pada ibu hamil tumbuh unit
fetoplasental dalam uterus.Hormon plasenta mempengaruhi fungsi traktus
digestivus dan motilitas usus. Demikian pula filtrasi glomerulus meningkat.
Resorbsi inhalasi alveoli juga terpengaruh.Resobsi obat pada usus ibu hamil
lebih lama, eliminasi obat lewat ginjal lebih cepat, dan resorbsi obat inhalasi
pada alveoli paru bertambah.
Pada awal trimester dua dan tiga
akan terjadi hidremia, volume darah meningkat sehingga kadar obat relative
menurun. Kadar albumin relative menurun sehingga pengikat obat bebas berkurang.
Maka, obat bebas dalam darah ibu meningkat.
FARMAKOKINETIK
OBAT FETOMATERNAL
Kompartemen
pada Ibu
Perubahan
pada Traktus Digestibus
1. Motilitas
usus berkurang
2. Peningkatan
sekresi mukosa, PH gaster meningkat ( 40 % lebih tinggi dari pada perempuan tak
hamil)
3. Mual/muntah
akan mempengaruhi dosis obat yang masuk traktus digestivus
Pengaruh
pada paru
Dengan
adanya hormone plasenta, terutama progesterone, maka terjadi vasodlatasi
kapiler alveoli. Volume plasma berubah, curah jantung bertambah, sirkulasi
pulmonal bertambah,maka absorbs di alveoli akan bertambah. Oleh karena itu,
obat-obat inhalas perlu dipikirkan dosisnya, jangan sampai berlebih.
Perubahan
kadar protein darah
Pada
kehamilan produksi albumin dan protein lain pada hepar sedikit bertambah,
tetapi jika dibandingkan dengan meningkatnya volume plasma (hidraemia) kadar
albumin menurun, sehingga ada penurunan relative. Sebagian protein akan
berikatan dengan hormone progesterone, sehingga hanya sebagian albumin yang
mengikat obat. Kesimpulan, kadar obat yang bebas aktif dalam sirkulasi lebih
banyak pada ibu hamil dari pad ibu tidak hamil. Dengan demikian, terjadi
peningkatan kadar obat pada ibu hamil. Penurunan kadar obat oleh karena
hidraemia dan peningkatan kadar obat dalam plasma secara logis kadar obat tidak
berkurang pada ibu.
Detoksikasi
/ eliminasi Obat
1. Hepar
Pada
kehamilan fungsi hati terganggu karena munculnya hormone dari plasenta. Maka,
pembentukan protein agak menurun terutama albumin. Enzim-enzim hepar, protein
plasma, dan immunoglobulin produksinya berkurang. Detoksikasi obat akan
berkurang, kecuali obat tertentu yang meningkatkan metabolisme sel hepar akibat
rangsangan enzim mikrozom oleh hormone progesterone.
2. Ginjal
Aliran
darah glomerulus pada kehamilan meningkat 50 %. Glomerulus filtration rate meningkat. Ini akibat dari peningkatan
volume plasma darah dan hormone progesterone . dengan glomerulus Filtration
rate (GFR) meningkat, maka ada beberapa jenis obat lebih cepat diekskresikan,
misalnya golongan penisilin dan derivatnya, beberapa obat jantung (digoksin),
dan golongan makrolid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar