SpongeBob SquarePants

Selasa, 12 Mei 2015

OBAT PADA PEREMPUAN HAMIL DAN JANINNYA


OBAT PADA PEREMPUAN HAMIL DAN JANINNYA
Pemberian obat pada ibu hamil harus dipikirkan efek obat terhadap ibu dan tidak boleh melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin. Keberadaan obat pada Ibu hamil dapat ditinjau dari  3 kompatamen yaitu kompartemen ibu, kompartenen plasenta dan kompartemen fetal.
            Pada ibu hamil tumbuh unit fetoplasental dalam uterus.Hormon plasenta mempengaruhi fungsi traktus digestivus dan motilitas usus. Demikian pula filtrasi glomerulus meningkat. Resorbsi inhalasi alveoli juga terpengaruh.Resobsi obat pada usus ibu hamil lebih lama, eliminasi obat lewat ginjal lebih cepat, dan resorbsi obat inhalasi pada alveoli paru bertambah.
            Pada awal trimester dua dan tiga akan terjadi hidremia, volume darah meningkat sehingga kadar obat relative menurun. Kadar albumin relative menurun sehingga pengikat obat bebas berkurang. Maka, obat bebas dalam darah ibu meningkat.

     
FARMAKOKINETIK OBAT  FETOMATERNAL
Kompartemen pada Ibu
Perubahan pada Traktus Digestibus
1.      Motilitas usus berkurang
2.      Peningkatan sekresi mukosa, PH gaster meningkat ( 40 % lebih tinggi dari pada perempuan tak hamil)
3.      Mual/muntah akan mempengaruhi dosis obat yang masuk traktus digestivus
Pengaruh pada paru
Dengan adanya hormone plasenta, terutama progesterone, maka terjadi vasodlatasi kapiler alveoli. Volume plasma berubah, curah jantung bertambah, sirkulasi pulmonal bertambah,maka absorbs di alveoli akan bertambah. Oleh karena itu, obat-obat inhalas perlu dipikirkan dosisnya, jangan sampai berlebih.
Perubahan kadar protein darah
Pada kehamilan produksi albumin dan protein lain pada hepar sedikit bertambah, tetapi jika dibandingkan dengan meningkatnya volume plasma (hidraemia) kadar albumin menurun, sehingga ada penurunan relative. Sebagian protein akan berikatan dengan hormone progesterone, sehingga hanya sebagian albumin yang mengikat obat. Kesimpulan, kadar obat yang bebas aktif dalam sirkulasi lebih banyak pada ibu hamil dari pad ibu tidak hamil. Dengan demikian, terjadi peningkatan kadar obat pada ibu hamil. Penurunan kadar obat oleh karena hidraemia dan peningkatan kadar obat dalam plasma secara logis kadar obat tidak berkurang pada ibu.
Detoksikasi / eliminasi Obat
1.      Hepar
Pada kehamilan fungsi hati terganggu karena munculnya hormone dari plasenta. Maka, pembentukan protein agak menurun terutama albumin. Enzim-enzim hepar, protein plasma, dan immunoglobulin produksinya berkurang. Detoksikasi obat akan berkurang, kecuali obat tertentu yang meningkatkan metabolisme sel hepar akibat rangsangan enzim mikrozom oleh hormone progesterone.
2.      Ginjal

Aliran darah glomerulus pada kehamilan meningkat 50 %. Glomerulus filtration rate meningkat. Ini akibat dari peningkatan volume plasma darah dan hormone progesterone . dengan glomerulus Filtration rate (GFR) meningkat, maka ada beberapa jenis obat lebih cepat diekskresikan, misalnya golongan penisilin dan derivatnya, beberapa obat jantung (digoksin), dan golongan makrolid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar